Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis hal itu disebabkan karena kurangnya pemanfaatan media digital dan penerapan model yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dimana banyak peserta didik merasa pembelajaran matematika sulit dan kurang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dibantu media digital Kahoot dengan membandingkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian berupa Peserta Didik kelas IV SDN Pengasinan VIII Kota Bekasi, dengan fokus pada kelas IV A dan IV B yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh berdasarkan rekomendasi guru dan kesetaraan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan lembar observasi. Hasil uji t dua sampel bebas menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,042 (< 0,05), sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Ini mengindikasikan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dengan media digital Kahoot memberikan perbedaan yang sangat signifikan yang berbeda dibandingkan pembelajaran Direct Intruction terhadap pemahaman matematis peserta didik Sekolah Dasar. Selain itu, nilai effect size juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai 1,32 dengan kategori effect besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media digital Kahoot berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengaruh pemahaman matematis peserta didik Sekolah Dasar dibandingkan dengan metode pembelajaran Direct Intruction.
Copyrights © 2026