Pembelajaran IPA di sekolah dasar membutuhkan media dan sarana yang mendukung agar siswa lebih mudah memahami materi. Salah satu pendukung untuk memudahkan materi adalah pemanfaatan sarana laboratorium. Pemanfaatan laboratorium IPA adalah sarana Pendidikan yang dapat memperdalam dan memperjelas pemahaman tentang konsep IPA secara nyata. Namun, pemanfaatan laboratorium IPA di sekolah dasar belum tentu berjalan secara optimal. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana frekuensi pemanfaatan sarana laboratorium dalam proses pembelajaran IPA serta keseuaian alat dan bahan pada materi IPA di Sekolah Dasar Dharma Karya UT. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pemanfaatan laboratorium dalam proses pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Dharma Karya UT. Penelitian ini menggunakaan metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 7 orang yang terdiri dari kepala laboratorium, guru IPA, dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Alat dan bahan yng ada di laboratorium umumnya sudah sesuai dengan materi yang di ajarkan dalam pembelajaran IPA untuk tingkat sekolah dasar. Frekuensi Pemanfaatan sarana laboratorium oleh guru dan siswa masih terbilang cukup sering. Tetapi Kegiatan praktikum belum merata atau kesesuai jadwal belum terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan laboratorium memberikan efek positif terhadap keaktifan, keterampilan, dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran IPA.
Copyrights © 2026