Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa gaul oleh siswa sekolah dasar di era media sosial TikTok serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Studi literatur ini mengkaji berbagai penelitian terdahulu yang membahas perkembangan bahasa gaul di kalangan anak, faktor penyebabnya, serta dampaknya terhadap kemampuan berbahasa formal. Hasil analisis menunjukkan bahwa TikTok menjadi salah satu media yang berpengaruh besar dalam menyebarkan kosakata gaul, termasuk akronim, singkatan, kata serapan, dan ekspresi viral yang kemudian diadopsi oleh siswa dalam interaksi sehari-hari. Penggunaan bahasa gaul dipengaruhi oleh intensitas penggunaan media sosial, pengaruh teman sebaya, budaya populer, dan minimnya pendampingan literasi digital dari keluarga maupun sekolah. Fenomena ini memiliki dua sisi: di satu sisi meningkatkan kreativitas berbahasa dan keberanian berkomunikasi, namun di sisi lain menurunkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa baku, memahami struktur kalimat formal, serta menulis teks sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang adaptif dengan memasukkan literasi digital, pemahaman ragam bahasa, dan penguatan kemampuan berbahasa baku dalam proses pembelajaran. Selain itu, kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi penting untuk mengontrol paparan media sosial dan memastikan perkembangan bahasa anak tetap seimbang. Studi ini memberikan landasan konseptual bagi penelitian lanjutan terkait hubungan penggunaan TikTok dan kompetensi berbahasa formal siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026