Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial anak asuh di UPT PPSAA Banyuwangi dengan menyoroti bentuk interaksi asosiatif dan disosiatif yang muncul dalam kehidupan sehari-hari panti asuhan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 10 anak asuh dengan rentang usia praremaja hingga remaja pertengahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi sosial asosiatif lebih dominan dibandingkan disosiatif. Interaksi asosiatif tercermin melalui kerja sama dalam kegiatan rutin, penyesuaian diri sesuai peran dan usia, serta sikap toleran dalam beragama. Sementara itu, interaksi disosiatif muncul dalam bentuk persaingan akibat perbandingan, kontravensi karena perbedaan prinsip, dan pertentangan kecil antar penghuni panti. Namun demikian, anak asuh cenderung menyelesaikan dinamika tersebut dengan cara yang adaptif, seperti menghindari konflik, berdialog secara baik, atau meminta bantuan pembina. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan UPT PPSAA Banyuwangi secara umum mampu mendukung pembentukan interaksi sosial yang positif, meskipun tetap memerlukan pembinaan lanjutan dalam pengelolaan konflik dan peningkatan kapasitas komunikasi interpersonal.
Copyrights © 2026