Kota-kota besar mengalami pertumbuhan mendorong meningkatnya mobilitas hingga kebutuhan ruang usaha, bahkan ruang belajar dan bekerja alternatif seperti kafe dan Co-Working Space. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kafe dan Co-Working Space di Kota Surabaya dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang belajar nonformal, sekaligus faktor-faktor yang mendorong mereka dalam memilih ruang tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sepuluh mahasiswa di kota Surabaya yang sering belajar di kafe dan Co-Working Space. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Temuannya bahwa mahasiswa memanfaatkan kafe dan Co-Working Space untuk berbagai kegiatan, mulai dari pengerjaan tugas individual hingga diskusi kelompok kecil. Kafe lebih sering dipilih untuk aktivitas personal, sedangkan Co-Working Space digunakan saat mahasiswa membutuhkan suasana tenang dan fasilitas yang mendukung kerja kolaboratif. Pilihan ini dikarenakan suasana ruang, stabilitas Wi-Fi, akses listrik, pencahayaan, serta kebebasan mengatur ritme belajar. Pola kunjungan yang konsisten pada waktu dan spot tertentu menunjukkan terbentuknya habitus belajar yang bertumpu pada kenyamanan dan fleksibilitas. Kemudian, interaksi informal, seperti berbagi informasi, meminta pendapat, atau sekadar berdiskusi ringan, ruang publik ini juga berperan dalam membentuk modal sosial yang dapat mendukung produktivitas akademik mereka.
Copyrights © 2026