Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan pengetahuan gizi keluarga sebagai faktor sosial yang memengaruhi kejadian stunting pada anak balita di Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki anak usia 6–59 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang memuat indikator pola asuh dan pengetahuan gizi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga menerapkan pola asuh dalam kategori baik (65%) dan memiliki tingkat pengetahuan gizi pada kategori sedang hingga tinggi (85%). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh dan kejadian stunting (r = -0,482; p = 0,001) serta antara pengetahuan gizi dan kejadian stunting (r = -0,537; p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pola asuh dan semakin tinggi pengetahuan gizi keluarga, semakin rendah risiko anak mengalami stunting. Secara sosiologis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor gizi semata, tetapi juga merupakan refleksi dari kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu melibatkan intervensi sosial berbasis keluarga dan komunitas, melalui peningkatan literasi gizi dan penguatan fungsi sosial keluarga.
Copyrights © 2026