Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna politik dan demokrasi bagi masyarakat Desa Powalutan serta mengidentifikasi bagaimana warga mengkonstruksi pemahaman dan praktik berdemokrasi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap tiga narasumber. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Powalutan memaknai demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang memberikan hak kepada seluruh warga untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Tradisi musyawarah mufakat menjadi praktik demokrasi lokal yang paling dominan dan mengakar kuat. Pengaruh tokoh informal sangat signifikan dalam membentuk persepsi politik warga. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi politik dan ketimpangan partisipasi antarkelompok masyarakat.
Copyrights © 2026