Latar Belakang: Finger painting adalah teknik melukis langsung dengan jari tangan di atas bidang gambar dengan cara mengoleskan cat pada kertas basah tanpa menggunakan alat bantu kuas atau pensil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Al Barokah Indralaya. Metode: Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan pada 9 anak yang belum optimal dalam perkembangan motorik halusnya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan dan Implikasi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi finger painting memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan motorik halus anak pada tiga aspek utama: koordinasi mata-tangan, kelenturan jari-jemari, dan kontrol gerakan halus. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek koordinasi mata-tangan, dengan 22,2% anak (2 anak) mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan 44,4% anak (4 anak) mencapai Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Variasi aktivitas finger painting, terutama dengan pola tertentu, terbukti paling efektif dalam menstimulasi perkembangan motorik halus. Faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi meliputi kualitas dan tekstur bahan, dukungan dan bimbingan guru, serta frekuensi dan konsistensi pelaksanaan kegiatan. Kesimpulan: Temuan penelitian juga mengungkapkan adanya transfer keterampilan dari aktivitas finger painting ke kegiatan lain yang memerlukan motorik halus serupa, seperti menulis, menggunting, dan menempel.
Copyrights © 2026