Usaha mikro di bidang makanan memiliki fungsi yang sangat krusial dalam mendukung perekonomian lokal serta membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Namun, pada praktiknya banyak usaha mikro yang masih menggunakan sistem kerja yang bersifat tradisional, tidak teratur, dan kurang memperhatikan aspek kenyamanan kerja secara memadai. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan waktu, kelelahan kerja, serta menurunkan tingkat produktivitas dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem kerja pada usaha mikro penjual soto Sokaraja dengan pendekatan analisis sistem kerja dan prinsip ergonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif melalui observasi langsung terhadap aktivitas kerja, pemetaan proses kerja menggunakan peta kerja, identifikasi aktivitas value added dan non-value added, serta pengukuran waktu kerja sederhana melalui beberapa pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakefisienan utama terjadi disebabkan oleh tata letak peralatan kerja yang tidak optimal, jarak perpindahan pekerja yang relatif panjang, serta posisi kerja berdiri dalam waktu lama yang kurang ergonomis. Keadaan ini mengakibatkan meningkatnya waktu pelayanan dan kelelahan fisik bagi pekerja. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan meliputi penataan ulang tata letak peralatan agar lebih berdekatan dan mudah dijangkau, penyesuaian tinggi meja kerja sesuai prinsip ergonomi, serta peningkatan kondisi kerja untuk membuat pekerja lebih nyaman. Pelaksanaan rekomendasi perbaikan tersebut diperkirakan dapat menurunkan waktu penyajian sebesar 20–30% serta dapat meningkatkan kenyamanan serta produktivitas kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip ergonomi yang sederhana dan perancangan sistem kerja yang tepat dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional usaha mikro dibidang kuliner dan mendukung keberlanjutan usaha tersebut.
Copyrights © 2026