Persaingan industri manufaktur yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk meningkatkan kualitas proses produksi secara berkelanjutan melalui pengurangan pemborosan (Waste) dan kecacatan produk (Defect). Berbagai studi menunjukkan bahwa Waste dan Defect masih menjadi permasalahan dominan pada proses produksi di beragam sektor manufaktur, seperti industri otomotif, makanan, dan alat kesehatan. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Lean Six Sigma dalam mengurangi Waste dan Defect serta meningkatkan kualitas proses produksi pada industri manufaktur. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang membahas penerapan Lean Six Sigma dengan pendekatan DMAIC atau DMAI, serta pemanfaatan alat analisis seperti Value Stream Mapping, Diagram Pareto, Fishbone Diagram, Failure Mode and Effect Analysis, Fault Tree Analysis dan Kaizen. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Lean Six Sigma secara sistematis mampu mengidentifikasi Waste dominan, antara lain Defect, Waiting, Overproduction, Inventory, Transportasion, dan Inappropriate processing. Implementasi metode ini terbukti efektif dalam menurunkan tingkat Defect, meningkatkan level sigma proses, memperbaiki efisiensi aliran produksi, serta meningkatkan kualitas produk melalui rekomendasi perbaikan berbasis akar penyebab permasalahan. Dengan demikian Lean Six Sigma dapat disimpulkan sebagai pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan kualitas proses produksi pada industri manufaktur apabila didukung oleh komitmen perbaikan keberlanjutan.
Copyrights © 2026