Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi kinerja logistik komoditas hortikultura di Kabupaten Kendal dengan pendekatan multi-stage Data Envelopment Analysis (DEA) output-oriented berbasis asumsi Variable Returns to Scale (VRS). Efisiensi logistik menjadi isu strategis karena rantai pasok hortikultura di Kabupaten Kendal menghadapi tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta kebutuhan peningkatan akses pasar. Pada penelitian ini kecamatan digunakan sebagai Decision Making Units (DMUs), dengan input berupa produksi hortikultura, jarak ke ibu kota kabupaten, dan panjang jalan dalam kondisi baik, sedangkan output mencakup jumlah sarana perdagangan dan layanan ekspedisi. Secara umum, tahapan penelitian meliputi penilaian efisiensi, analisis slack, dan penentuan benchmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kecamatan relatif efisien secara manajerial, namun masih menghadapi keterbatasan pada skala operasi. Selain itu, analisis slack mengungkapkan adanya kekurangan output pada unit DMU yaitu Kecamatan Ngampel membutuhkan tambahan sembilan sarana perdagangan dan Rowosari membutuhkan lima layanan ekspedisi. Kemudian, pada tahap benchmarking diperoleh tiga kecamatan frontier, yaitu Weleri, Kaliwungu Selatan, dan Sukorejo, yang dapat menjadi acuan bagi kecamatan lain. Temuan penelitian ini menegaskan perlu adanya perbedaan strategi kebijakan. Kecamatan dengan Increasing Returns to Scale (IRS) seperti Plantungan dan Patean memerlukan ekspansi input, sedangkan kecamatan dengan Decreasing Returns to Scale (DRS) seperti Kendal dan Brangsong lebih membutuhkan restrukturisasi manajerial. Implikasi kebijakan diarahkan untuk pembangunan sarana perdagangan dan ekspedisi di wilayah slack, transfer pengetahua dan praktik terbaik dari kecamatan frontier, serta mengintegrasikan teknologi digital untuk memperkuat rantai pasok.
Copyrights © 2026