Meningkatnya aktivitas pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani menimbulkan permasalahan sampah yang berpotensi mengganggu kelestarian kawasan. Sebagai upaya penanganan, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menerapkan kebijakan Go Rinjani Zero Waste 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan implementasi kebijakan Go Rinjani Zero Waste 2025 dalam menekan timbulan sampah pendakian serta mengkaji peran strategis porter dan guide sebagai aktor lapangan dalam mendukung pengelolaan sampah serta tantangan atau hambatan dalam implementasi kebijakan zero waste sebagai upaya konservasi lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan zero waste diterapkan melalui repacking logistik, larangan kemasan plastik sekali pakai, serta sistem pack in–pack out dengan sanksi administratif, berhasil dalam menekan jumlah sampah di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani terutama di jalur pendakian, area perkemahan, dan Danau Segara Anak. Peran guide dan porter terbukti penting dalam mendukung pengelolaan sampah dan upaya konservasi kawasan. Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi kendala berupa rendahnya kesadaran sebagian pendaki dan belum konsistennya pengawasan terutama di pintu keluar pendakian.
Copyrights © 2026