JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026

PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN PENGECORAN BETON K-175 DENGAN MENGGUNAKAN METODE AKTUAL

Abdillah, Agung (Unknown)
Lusiana, Lusiana (Unknown)
Rafie, Rafie (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2026

Abstract

Diketahui bahwa setiap pekerjaan proyek memerlukan perhitungan analisis harga, baik untuk upah, bahan dan alat. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga satuan pekerjaan pengecoran beton ready mix pada pembangunan GOR Bulutangkis di jalan Petani dengan menggunakan Metode Aktual dan membandingkannya dengan metode AHSP. Metode aktual mengacu pada harga aktual yang terjadi di lapangan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data harga satuan dasar dari proyek studi kasus. Metode analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai koefisien tenaga kerja dan upah pada metode aktual. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa nilai koefisien tenaga kerja pekerjaan pengecoran beton dengan metode aktual per-m³ diperoleh pekerja 0,182 OH; tukang batu 0,052 OH; mandor 0,026 OH; dan bahan 1,005 m³. Kemudian dianalisia harga satuan pekerjaan pengecoran beton dengan menggunakan koefisien tenaga kerja metode aktual dengan harga aktual dan dengan harga satuan dasar upah dan bahan Perwa Kota Pontianak Tahun 2023. Hasil perhitungan analisis harga satuan pekerjaan diperoleh harga satuan pekerjaan pengecoran beton per-m3 dengan metode aktual dengan menggunakan harga aktual adalah sebesar Rp 1.095.042,55, sedangkan harga satuan pekerjaan pengecoran beton per-m3 dengan metode aktual menggunakan harga dasar upah dan bahan peraturan walikota Kota Pontianak tahun 2023 adalah sebesar Rp 1,222,468.62. Kata Kunci: Harga Satuan Dasar, Koefisien, Metode AHSP, Metode Aktual

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...