Perubahan tutupan lahan merupakan faktor penting yang memengaruhi besarnya debit banjir pada suatu DAS. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan tahun 2002, 2012, dan 2022 di Sub DAS Sibau, Kapuas Hulu, serta menilai pengaruhnya terhadap koefisien pengaliran (C) dan debit banjir rencana. Data yang digunakan meliputi peta tutupan lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta data curah hujan harian maksimum periode 2010–2023 dari Pos Hujan Putussibau. Nilai C dihitung menggunakan metode U.S. Forest Service, sedangkan estimasi debit puncak banjir pada kala ulang 2–100 tahun menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Snyder-Alexeyev. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai C mengalami perubahan, yaitu 0,189 pada tahun 2002, turun menjadi 0,174 pada 2012, dan naik kembali menjadi 0,176 pada 2022. Perubahan ini berkaitan dengan alih fungsi hutan lahan kering primer menjadi pertanian campur semak dan lahan terbangun. Debit puncak banjir cenderung meningkat seiring kenaikan nilai C. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan tata guna lahan memengaruhi respon hidrologi Sub DAS Sibau dan penting untuk dasar mitigasi banjir serta perencanaan ruang di Kapuas Hulu.
Copyrights © 2026