Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan latihan menggunakan metode sirkuit dan metode plyometrik terhadap peningkatan wall bounce dalam permainan bola basket di STKIP PGRI Pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi PJKR STKIP PGRI Pacitan. Sampel yang diambil adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan angkatan 2015. Pembagian kelompok dengan menggunakan ordinal pairing. Tehnik sampling menggunakan population sampling. Sampel dikelompokkan menjadi dua kelompok, tiap kelompok 11 mahasiswa sebagai kelompok A dan kelompok B. Kelompok A diberi latihan dengan menggunakan metode Sirkuit sedangkan kelompok B diberi latihan dengan menggunakan metode plyometrik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan test dan pengukuran yaitu ketepatan wall bounce sesuai dengan standar test dan pengukuran Sekolah Tinggi Olahraga. Persyaratan analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Teknik analisis data menggunakan Uji-t, validitas yang digunakan sebesar 0,666 dengan reliabilitas sebesar 0,791. Berdasarkan hasil analisis uji-t diketahui bahwa rerata pretest kelompok A (sirkuit) adalah 21,82 dan rerata postest adalah 24,91 dan di dapat thitung sebesar 7,089 dengan signifikansi 0,000. Nilai ttabel dengan db= 9 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,262, oleh karena thitung > dari ttabel (7,089>2,262) hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest wall bounce yang dilatih dengan metode sirkuit. Rerata pretest pada kelompok B (plyometrik) adalah 21,00 dan rerata postest adalah 22,900 dan di dapat thitung sebesar 2,923 dengan signifikansi 0,015. Nilai ttabel dengan db= 9 pada taraf signifikan 5% adalah 2,262, oleh karena nilai thitung > ttabel (2,923>2,262), hal ini terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan postest wall bounce yang dilatih dengan metode plyometrik. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil nilai thitung sebesar 2,166 dengan signifikansi 0,040 nilai rata-rata latihan wall bounce dengan menggunakan metode sirkuit sebesar 24,909 dan rata-rata latihan menggunakan metode plyometrik sebesar 22,909. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode sirkuit lebih efektif dari pada metode plyometrik untuk meningkatkan wall bounce dalam permainan bola basket.
Copyrights © 2017