Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan lagu daerah sebagai sarana literasi kewarganegaraan bagi siswa kelas III SD Bayan serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru menggunakan lagu daerah sebagai sarana literasi kewarganegaraan di kelas III. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu daerah digunakan sebagai apersepsi, penguatan materi, dan refleksi, serta efektif dalam membantu siswa memahami nilai gotong royong, kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa hormat melalui pemaknaan lirik yang kontekstual. Lagu daerah juga berkontribusi terhadap penguatan identitas budaya dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Adapun kendala utama meliputi keterbatasan kemampuan guru dalam mengintegrasikan lagu dengan materi ajar, ketersediaan referensi lagu yang relevan, waktu pembelajaran yang terbatas, serta variasi minat siswa. Meskipun demikian, kreativitas guru dalam memodifikasi penyajian lagu mampu mempertahankan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa lagu daerah merupakan media yang potensial dan bermakna untuk membangun literasi kewarganegaraan pada siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026