Peningkatan kasus DBD setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan. Kondisi ini diperburuk dengan pemahaman masyrakat yang kurang tentang DBD dan juga partisipasi Masyarakat yang sangat rendah, terlihat dari kondisi lingkungan yang buruk dan mempermudah pertumbuhan nyamuk DBD. Keberhasilan program pencegahan DBD bergantung pada cara Masyarakat memandang nyamuk sebagai penyebab serta memahami pentingnya Upaya pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan masing-masing, terutama dengan langkah langkah 3M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Dalam Mengubur, Menguras dan Menutup dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Plumbon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 96 sampel. Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,028 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,035 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,047 (p ≤ 0,05),
Copyrights © 2026