Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PASIEN HEALTH CARE-ASSOCIATED INFECTIONS (HAIS) Sutrisno, Endang; Hartini, MC Inge; Mustopo, Mustopo; Ruhyana, Nanang
HERMENEUTIKA : Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 1 (2020): HERMENEUTIKA : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/hermeneutika.v4i1.3277

Abstract

Rumah Sakit memiliki peran penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal, untuk itu dituntut agar mampu mengelola secara professional dan bertanggung jawab, mengusung arus keutamaan tanggung jawab profesi pada aspek kesehatan, khususnya tenaga medis dan tenaga keperawatan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.  Health-Care Associated Infection (HAIs) penyebabnya terkait dengan proses dan sistem kesehatan. Aspek pertanggungjawaban hukum Rumah Sakit terhadap pasien yang terkena Health care-associated Infections (HAIs) menjadi fokus kajian, dengan pendekatan penelitian yuridis normatif, pada perspektif hukum sebagai kaidah tertulis yang tertuang dalam produk perundang-undangan yang berlaku. Rumah Sakit bertanggung jawab atas tindakan kelalaian tenaga kesehatan di Rumah Sakit, yang menyebabkan kerugian pada pasien, dibutuhkan adanya perlindungan hukum yang memadai sebagaimana tertuang dalam peraturan hukum secara normatif. Dalam hal perlindungan pasien, sebelum pelaksanaan pelayanan medis yang berkaitan dengan tindakan medis, tenaga kesehatan memberikan edukasi terhadap pasien terlebih dahulu, berupa penjelasan mengenai informasi, risiko yang terjadi, serta bentuk penanganannya. Apabila pasien merasa dirugikan dalam hal materiil maupun imateriil, pasien dapat mengajukan gugatan kepada Rumah Sakit yang melakukan kelalaian dan kesalahan, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab hukum yang timbul.
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TERHADAP KESEMBUHAN PASIEN TB PARU DI RS PARU SIDAWANGI Nisa, Qoirun; Ruhyana, Nanang; Affandi, Thysa Thysmelia
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i1.724

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV. Rumah Sakit Paru Sidawangi merupakan salah satu rumah sakit dengan kasus tuberkulosis tertinggi di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan tingkat kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pasien tuberkulosis paru pada tahun 2023. Menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data sampel menggunakan SITB melibatkan 67 responden, dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan Medication Possession Ratio (MPR) dari Juni hingga Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara usia dan kesembuhan pasien (P-value = 0,001; OR = 0,440) serta antara tingkat kepatuhan minum obat dan kesembuhan pasien (P-value = 0,001; OR = 1,000). Kesimpulannya, usia dan tingkat kepatuhan minum obat berpengaruh signifikan terhadap kesembuhan pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Sidawangi.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DENGAN NILAI UREA REDUCTION RATE PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUMAH SAKIT DAERAH GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2024 Pandjaitan, Putri Diviacita; Ulfah, Siti Maria; Ruhyana, Nanang
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.36808

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit progresif dan ireversibel yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal, sehingga tubuh mengalami gangguan dalam mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit. Salah satu terapi utama bagi pasien CKD adalah hemodialisa, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Efektivitas terapi ini dapat diukur melalui berbagai indikator, salah satunya adalah Urea Reduction Rate (URR). Tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan terapi dan kadar URR yang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan terapi hemodialisa dengan nilai Urea Reduction Rate pada pasien CKD di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional, yang melibatkan 94 pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Sampel dipilih menggunakan metode simple random sampling, sementara analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan menjalani terapi hemodialisa dengan nilai Urea Reduction Rate, dengan nilai p-value < 0,001. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa, maka semakin optimal nilai Urea Reduction Rate yang diperoleh. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa guna meningkatkan efektivitas terapi dan kualitas hidup pasien CKD di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon.
PROFIL KLINIS DAN GABUNGAN TERAPI PASIEN TERDIAGNOSIS OTOMIKOSIS DI POLIKLINIK THT-KL RSUD WALED PERIODE TAHUN 2018-2022 Zulhaidah, Febiana; Budiman, Pahmi; Bakri, Edy Riyanto; Purnamasari, Febryanti; Ruhyana, Nanang; Zaidah, Niklah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i1.10281

Abstract

Latar belakang: Otomikosis merupakan infeksi jamur, disebabkan oleh jamur Aspergillus Sp dan Candida Spp yang menyerang bagian meatus akustikus eksternus. Prevalensi otomikosis di seluruh dunia antara 30-40% kasus yang biasanya terjadi di daerah tropis dan subtropis. Keluhan yang muncul adalah pruritus dan diikuti dengan otalgia. Faktor predisposisi otomikosis yaitu penggunaan obat tetes telinga, sering berenang, penggunaan cotton bud pada telinga dan pengguna alat bantu dengar. Tatalaksana pada pasien otomikosis diberikan terapi irigasi telinga, kompres telinga, obat topikal tetes ataupun salep, dan oral. Tujuan: Mengetahui profil klinis dan gabungan terapi pasien terdiagnosis Otomikosis di poliklinik THT-KL RSUD Waled. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif menggunakan total sampling data rekam medis pasien yang terdiagnosis Otomikosis di poliklinik THT-KL RSUD Waled periode 2018-2022. Pasien yang didiagnosis otomikosis tanpa gangguan telinga lain masuk dalam kriteria inklusi. Pasien yang datanya tidak lengkap masuk dalam kriteria ekslusi. Hasil: Terdapat 56 pasien terdiagnosis otomikosis dengan laki-laki 20 pasien (35,7%) dan perempuan 36 pasien (64,3%). Mayoritas IRT 39,3%, dengan rentang usia terbanyak 26-45 tahun (46,4%). Kebanyakan pasien mengeluhkan gatal 76,8% pasien. Diikuti oleh keluhan lainnya yaitu otalgia 62,5%, rasa penuh di telinga 44,6%, tinnitus 39,3%, ottorhea 35,7%, dan gangguan pendengaran 17,9%. Mayoritas pasien mendapat gabungan terapi topikal dan oral sebanyak 35,7% pasien. Kesimpulan: Otomikosis banyak menginfeksi perempuan khususnya IRT dengan rentang umur 26-45 tahun. Gejala yang banyak muncul yaitu pruritus dan otalgia. Kata Kunci: Otomikosis, Infeksi, Gabungan terapi. ABSTRACT Background: Otomycosis is a fungal infection, caused by Aspergillus Sp and Candida Spp which attack the canal external auditory. The prevalence of otomycosis worldwide is between 30-40% of cases, which usually occurs in tropical and subtropical regions. The most common symptomps are pruritus and usually followed by otalgia. Main predisposing factors of otomycosis are the use of ear drops, swimming, use of cotton buds in the ear, and hearing aid users. Management of otomycosis patients is usually given ear toilet, ear tampons, topical drops or ointments, and oral medication. Objective: The aims in this study to determine the clinical profile and combined therapy of Otomycosis patients at the ENT clinic at Waled Hospital for the period 2018-2022. Methods: A retrospective descriptive study using total sampling medical record data of patients diagnosed with otomycosis at the ENT-KL polyclinic at Waled Hospital period 2018-2022. Patients diagnosed with otomycosis without other ear disorders were included. Patients with incomplete data were exluded. Results: This study found 56 patients diagnosed with otomycosis with 20 male patients (35.7%) and 36 female patients (64.3%). The majority were housewives (39,3%) with an age range of 26-45 years (46,4%). Most patients complain of pruritus 76.8%. Followed by other symptoms, otalgia 62.5%, ear fullness 44.6%, tinnitus 39.3%, otorrhea 35.7% and hearing loss 17.9%. Most patients received a combination of topical and oral therapy with 35.7% of patients. Conclusion: Otomycosis was common in female population especially in housewives, in the age range 26-45 years. Predominant symptoms were pruritus and otalgia.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DISTRIBUSI QURBAN Ruhyana, Nanang; Sari, Ani Oktarini; Mardiana, Tati; Bayhaqy, Achmad; Riyadi , Andri Agung; Setiaji, Setiaji
INTI Nusa Mandiri Vol. 20 No. 1 (2025): INTI Periode Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/inti.v20i1.6945

Abstract

One of the most important aspects of Eid al-Adha celebrations is the distribution of sacrificial meat. However, the process of distributing sacrificial meat often faces various challenges, such as inaccurate data collection, difficulty in tracking the amount of sacrificial meat, and a lack of transparency and efficiency. The objective of this study is to design and develop an application that can enhance efficiency, accuracy, and accountability in the distribution of sacrificial meat through the systematic use of information technology. This study employs the waterfall method, which involves several sequential stages: needs analysis, system design, implementation, and testing. This system was developed to support the performance of the sacrificial committee in managing data on sacrificial animals, information on recipients, the distribution process of meat, and the documentation of all activities in a digital and real-time manner. In the user interface (front end), the Next.js/React.js framework is combined with Tailwind CSS to produce a responsive and user-friendly interface. Meanwhile, the server side (back end) was developed using Laravel as a reliable and efficient PHP framework, and MySQL as a database to store all information related to distribution. The result of this research is a web-based application prototype featuring animal sacrifice data collection, beneficiary data recording, and distribution report generation. It is hoped that this application will facilitate more organized and effective distribution of sacrificial meat
Relationship Analysis of Risk Factors Concerning the Incidence of Pulmonary Tuberculosis in Children at Panti Abdi Dharma Hospital, Cirebon, Indonesia Pratama, Annisa Shintya; Nisaa, Defa Rahmatun; Ruhyana, Nanang
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 8 No. 2s (2025): Special Issues
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35898/ghmj-82s1228

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis germ. The germs are spread from people with TB through the air. Nearly a quarter of the world’s population is infected with Mycobacterium tuberculosis germs and 11% are children. Aims: To analyze the association of risk factors that most influence the incidence of pulmonary tuberculosis in children at Panti Abdi Dharma Hospital, Cirebon City in 2024. Methods: Using a cross sectional analytical observational approach, systematic sampling technique on 138 respondents using bivariate analysis (chi-square) and multivariate analysis (logistic regression). Results: The results showed that risk factors associated with the incidence of tuberculosis in children were age (P-value 0.002), gender (P-value 0.027), father's education (P-value 0.032) and parents' socioeconomic status (P-value 0.001). The risk factor that most influenced the incidence of tuberculosis was parents' socioeconomic status (Exp(B) value 3.798). Conclusion: In the 10 risk factors studied, 4 risk factors were found to have an association with the incidence of tuberculosis in children, namely child age, child gender, father's education, and parents' socioeconomic status. The most influential risk factor in this study was parents' socioeconomic status.
Pemanfaatan Microsoft Excel Untuk Membuat Laporan Keuangan Bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kota Batu Ciomas Bogor Saputra, Irwansyah; Fahdia, Muhammad Rizki; Riyadi, Andri Agung; Ruhyana, Nanang
Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika Vol. 3 No. 2 (2023): November 2023 - Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/abdiformatika.v3i2.200

Abstract

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kota Batu, Kec. Ciomas, Kota Bogor, Jawa Barat merupakan salah satu yayasan yang bergerak di bidang sosial, dan berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial serta meningkatkan kepedulian warga masyarakat untuk menangani masalah sosial. Dalam menerapkan sistem pengajaran secara tatap muka, staff  dan pengurus serta masyarakat memiliki permasalahan yang dihadapi dalam proses pembuatan Materi Pelaporan Keuangan untuk disampaikan kepada para penyumbang atau dana sosial  menggunakan metode Direct Instruction. Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah sebesar-besarnya untuk kepentingan kesejahteraan sosial setempat sebagai publikasi artikel dalam jurnal. Solusi yang dapat di berikan untuk pemecahan masalah tersebut  adalah memberikan pelatihan secara sederhana pada Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kota Batu, Kec. Ciomas, Kota Bogor agar dapat menghemat waktu dalam menjalankan pekerjaan dan memudahkan dalam membuat Laporan Keuangan Menggunakan Microsoft Excel sebagai bentuk luaran yang dihasilkan dari pengabdian masyarakat pada Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kota Batu, Kec. Ciomas, Kota Bogor
Hubungan antara kekurangan energi kronis (KEK) ibu hamil dan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di PUSKESMAS SITOPENG Nuraeni, Neni; Bela, Tatan Tandu; Sutrisno, Wildan Arismunandar; Ahmad, Ali Mafaluthi; Ruhyana, Nanang
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i4.9647

Abstract

Latar belakang : Kekurangan energi kronik (KEK) adalah kondisi kekurangan gizi pada ibu hamil yang menyebabkan masalah kesehatan dan komplikasi pada ibu dan bayi. Pengukuran lingkar lengan atas (LILA) menunjukkan KEK yang tidak lebih dari 23,5 cm. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa proporsi ibu hamil dengan KEK di Indonesia adalah 17,3%. Ibu hamil yang menderita KEK lebih cenderung melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Tujuan Menentukan hubungan antara kekurangan energi kronik pada ibu hamil dan kasus berat badan lahir rendah di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon Metode : Studi analitik observasional ini dilakukan dengan rancangan cross-sectional di Puskesmas Sitopeng dari Juni hingga Juli 2023. Sampel total berjumlah 217 orang, dan data sekunder digunakan dari rekam medis ibu hamil di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dari September hingga Desember 2022. uji spearman untuk menganalisis data Hasil: menunjukkan bahwa 53 orang (24,4%) ibu hamil KEK dan 164 orang (75,6%) ibu hamil yang tidak memiliki KEK. Sebanyak 191 bayi (88%) tidak memiliki BBLR, dan 26 bayi (12%) dengan kondisi ini. Ibu hamil KEK memiliki 18 bayi (34 persen), sedangkan ibu tidak memiliki KEK memiliki 8 bayi (4,9%). Hubungan signifikan ditemukan antara kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan bayi berat lahir rendah, yaitu didapatkan hasil (p = 0,000, p < 0,05). Tidak BBLR ditemukan pada 35 (66%) dari ibu hamil yang didiagnosis KEK dan 191 (88%) dari ibu hamil yang tidak didiagnosis KEK. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskeasmas Sitopeng Kota Cirebon, dengan kekuatan korelasi lemah dan arah penelitian positif. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko KEK semakin tinggi risiko BBLR. Kata Kunci : Kekurangan Energi Kronik (KEK), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Ibu hamil. ABSTRACT Background: Chronic energy deficiency (CED) is a condition of malnutrition in pregnant women that leads to health problems and complications for both the mother and the baby. The measurement of upper arm circumference (LILA) indicates that the acute malnutrition is no more than 23.5 cm. The results of the 2018 Riskesdas show that the proportion of pregnant women with chronic energy deficiency (KEK) in Indonesia is 17.3%. Pregnant women suffering from KEK are more likely to give birth to babies with low birth weight. (BBLR). Objective: To determine the relationship between chronic energy deficiency in pregnant women and cases of low birth weight at the Sitopeng Health Center in Cirebon City. Method: This observational analytical study was conducted with a cross-sectional design at the Sitopeng Community Health Center from June to July 2023. The total sample consisted of 217 individuals, and secondary data were used from the medical records of pregnant women at the Sitopeng Community Health Center in Cirebon City from September to December 2022. Spearman's test was used to analyze the data. The results show that 53 pregnant women (24.4%) have chronic energy deficiency (CED) and 164 pregnant women (75.6%) do not have CED. A total of 191 babies (88%) do not have low birth weight, while 26 babies (12%) are in this condition. Pregnant women with CED had 18 babies (34 percent), whereas those without CED had 8 babies (4.9%). A significant relationship was found between chronic energy deficiency in pregnant women and low birth weight infants, with results indicating (p = 0.000, p < 0.05). No low birth weight infants were found in 35 (66%) of pregnant women diagnosed with chronic energy deficiency (CED) and 191 (88%) of pregnant women not diagnosed with CED. Conclusion: There is a significant relationship between chronic energy deficiency (CED) in pregnant women and the incidence of low birth weight (LBW) at the Sitopeng Community Health Center in Cirebon City, with a weak correlation strength and a positive research direction. This indicates that the higher the risk of KEK, the higher the risk of BBLR. Keywords : Chronic Energy Deficiency (CED), Low Birth Weight (LBW), Pregnant Women
Penerapan Natural Language Processing Pada Model Chatbot Hybrid Untuk Optimasi Pelayanan Open Journal Systems Ernawati, Siti; Maulana, Ilham; Ruhyana, Nanang
Simpatik: Jurnal Sistem Informasi dan Informatika Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/simpatik.v5i2.11411

Abstract

Open Journal Systems (OJS) merupakan platform manajemen jurnal yang banyak digunakan, namun pengguna, khususnya author pemula sering mengalami kesulitan dalam memahami prosedur submission, revisi, dan pengelolaan naskah. Hal ini menimbulkan beban layanan yang tinggi bagi admin serta memperlambat proses penerbitan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan model hybrid chatbot yang mengintegrasikan pendekatan rule-based dengan Large Language Model (LLM) yang berguna untuk menyediakan layanan bantuan otomatis yang fleksibel, dan tetap mengikuti aturan prosedural OJS. Kajian literatur menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada chatbot generik atau layanan pendidikan, sehingga terdapat kesenjangan terkait pengembangan chatbot yang mampu menangani proses editorial ilmiah yang kompleks. Dalam penelitian ini, model chatbot dibangun dengan mengombinasikan NLP, rule-based, dan LLM, serta diintegrasikan dengan workflow automasi n8n untuk memungkinkan respons berbasis data real time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model hybrid yang dikembangkan mampu memberikan jawaban yang akurat sesuai SOP OJS, sekaligus natural dalam memahami variasi pertanyaan pengguna. Penelitian ini berkontribusi secara praktis dengan menghadirkan solusi yang meningkatkan efisiensi layanan publikasi ilmiah, serta secara teoretis dengan memperluas penerapan model hybrid NLP dalam domain akademik. Rekomendasi pengembangan meliputi penambahan personalisasi, perluasan modul layanan, dan eksplorasi model LLM lokal untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGUBUR, MENGURAS DAN MENUTUP DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE Yassir, Nazib Mohamad; Ruhyana, Nanang; Yusuf , Ade
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.53938

Abstract

Peningkatan kasus DBD setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan. Kondisi ini diperburuk dengan pemahaman masyrakat yang kurang tentang DBD dan juga partisipasi Masyarakat yang sangat rendah, terlihat dari kondisi lingkungan yang buruk dan mempermudah pertumbuhan nyamuk DBD. Keberhasilan program pencegahan DBD bergantung pada cara Masyarakat memandang nyamuk sebagai penyebab serta memahami pentingnya Upaya pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan masing-masing, terutama dengan langkah langkah 3M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Dalam Mengubur, Menguras dan Menutup dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Plumbon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 96 sampel. Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,028 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,035 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,047 (p ≤ 0,05),