Sistem penyaliran tambang merupakan upaya penting untuk mencegah masuknya air atau mengalirkan air yang telah menggenangi area penambangan agar tidak mengganggu aktivitas produksi. PT. Sinar Terang Mandiri yang berlokasi di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, telah menerapkan sistem penyaliran dengan metode mine dewatering melalui saluran terbuka untuk mengalirkan air dari area limonit dump menuju kolam pengendapan. Namun, masih ditemukan permasalahan berupa genangan air di jalan tambang akibat luapan air, kolam pengendapan yang kurang optimal, serta dimensi gorong-gorong yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem penyaliran yang telah ada, terutama saluran terbuka dan penggunaan gorong-gorong yang tepat di area limonit dump. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis data hidrologi menggunakan metode Gumbel untuk menentukan curah hujan rencana, serta rumus Manning untuk menghitung dimensi saluran terbuka dan gorong-gorong. Berdasarkan analisis data curah hujan 11 tahun (2011–2021), diperoleh kondisi hidrologi berupa curah hujan harian rencana sebesar 149 mm/hari, intensitas curah hujan 32,53 mm/jam, dengan periode ulang hujan 10 tahun. Terdapat tiga daerah tangkapan hujan (DTH), yaitu DTH I seluas 0,12 km² dengan debit limpasan 0,41 m³/detik, DTH II seluas 0,09 km² dengan debit 0,52 m³/detik, dan DTH III seluas 0,15 km² dengan debit 0,51 m³/detik. Hasil kajian menunjukkan bahwa dimensi saluran terbuka dan gorong-gorong yang ada di lapangan terlalu kecil untuk menampung debit tersebut. Oleh karena itu, direkomendasikan dimensi saluran terbuka dan gorong-gorong baru yang lebih sesuai guna mengatasi permasalahan genangan air di lokasi penelitian.
Copyrights © 2026