Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible. Salah satu komplikasi neurologi pada gagal ginjal kronik yaitu restless legs syndrom (RLS). Gelaja yang sering dialami penderita restless legs syndrom (RLS) adalah nyeri dan kesemutan. Tindakan non farmakolgis yang dapat dilakukan pada penderita RLS salah satunya adalah slow deep breathing dan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kombinasi terapi slow deep breathing dan aromaterapi lanverder terhadap nyeri RLS pada pasien gagal ginjal kronik di Persada Hospital Malang. desain pada penelitian ini adalah pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Sampel penleitian sebanyak 25 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisa menggunakan uji Paired T-Test. Hasil uji penelitian menunjukkan skala nyeri rata-rata pre intervensi adalah 2.76 dengan skala nyeri sedang 13 responden (52%) dan skala nyeri post intervensi adalah 1.40 dengan 15 responden (60%) tidak mengalami nyeri. Hasil uji Paired T-Test didapatkan p-value 0.000 ( p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh terapi slow deep breathing dan aromaterapi lavender terhadap nyeri RLS pada pasien gagal ginjal kronik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kombinasi terapi slow deep breathing dan aromaterapi lanverder efektif menurunkan skala nyeri pada penderia RLS. Oleh karena itu tindakan ini disarankan sebagai salah satu metode non-farmakologi dalam manajemen nyeri pada penerita RLS.
Copyrights © 2026