Latar belakang: Bullying merupakan masalah psikososial yang kerap dialami oleh remaja dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan mental, termasuk menurunnya rasa percaya diri. Remaja yang menjadi korban biasanya menunjukkan perilaku menarik diri, mengalami hambatan dalam bersosialisasi, serta merasa takut untuk menyampaikan pendapat. Menurut catatan WHO pada tahun 2020, kasus perundungan di kalangan remaja masih tergolong tinggi, di mana lebih dari sepertiga remaja Perempuan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pengalaman bullying dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja yang berada di jenjang SMP. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan statistik berjenis kuantitatif melalui desain observasi analitik yang dilaksanakan pada satu waktu pengambilan data (cross-sectional). Populasi 705 orang dan sampel 226 orang sebagai responden penelitian dengan metode pemilihan sampel secara purposif. Hasil: Uji Chi-Square pada analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya keterkaitan bermakna antara perilaku bullying dengan tingkat kepercayaan diri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang signifikan antara perilaku bullying dan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Dengan demikian, dukungan dari sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya bullying serta membantu memperkuat kepercayaan diri siswa melalui pendampingan psikososial.
Copyrights © 2026