Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer
Vol 22, No 1 (2026): Januari

Implementasi Penetasan Telur Otomatis berbasis IoT di Dapur Kalkun Undaan Tengah Kudus

Arif, Diki (Universitas Muria Kudus)
Wijayanti, Esti (Universitas Muria Kudus)
Maharani, Rizkysari Mei (Universitas Muria Kudus)



Article Info

Publish Date
07 Mar 2026

Abstract

The growing demand for turkey meat and eggs is not supported by sufficient chick availability, as most hatching still relies on manual methods with low success rates. This study develops an Internet of Things (IoT)-based turkey egg incubator system to help farmers monitor and control incubation automatically and in real time. The system uses a NodeMCU ESP8266 microcontroller, a DHT11 sensor for temperature and humidity, a relay for the heater, and a servo motor for egg rotation. A web interface enables remote monitoring via the internet. Tests using whitebox, blackbox, and user acceptance methods showed that the system maintains the ideal temperature of 37–38°C, regulates humidity, and performs automatic egg rotation. The system effectively supports incubation management, although improvements such as automatic notifications, backup sensors, and historical data visualization are still recommended for future development.Keywords: turkey egg incubator; Internet of Things (IoT); Monitoring and control; Automated hatching system.AbstrakPermintaan terhadap daging dan telur ayam kalkun terus meningkat, namun ketersediaan anak ayam masih terbatas karena proses penetasan sebagian besar dilakukan secara manual dengan tingkat keberhasilan yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem inkubator telur ayam kalkun berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu peternak memantau dan mengendalikan kondisi inkubasi secara otomatis serta real-time. Sistem dibangun menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pengendali utama yang terhubung dengan sensor DHT11 untuk membaca suhu dan kelembaban, relay untuk mengatur pemanas, serta motor servo untuk memutar telur. Antarmuka web disediakan agar pengguna dapat memantau kondisi inkubator dari jarak jauh. Pengujian dilakukan melalui metode whitebox, blackbox, dan User Acceptance Test (UAT), yang menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu ideal 37–38°C, mengatur kelembaban sesuai kebutuhan, serta melakukan pemutaran telur secara otomatis selama masa inkubasi. Sistem ini efektif meningkatkan efisiensi penetasan, meski masih perlu pengembangan fitur seperti notifikasi otomatis, cadangan sensor, dan visualisasi data historis.Kata kunci: Inkubator telur kalkun; Internet of things; Monitoring dan kendali; Sistem penetasan otomatis

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

progresif

Publisher

Subject

Computer Science & IT Control & Systems Engineering

Description

Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer adalah Jurnal Ilmiah bidang Komputer yang diterbitkan secara periodik dua nomor dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Redaksi Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer menerima Artikel hasil penelitian atau atau artikel konseptual bidang ...