Wilayah Terengganu di Malaysia terletak di Pantai Timur Semenanjung Malaysia. Daerah pesisir ini sulit untuk bercocok tanam dengan metode penanaman tradisional, tidak hanya karena kondisi lingkungan yang keras tetapi juga karena kualitas tanah yang kurang subur untuk menanam tanaman seperti sayuran. Kondisi geografis Kuala Terengganu yang demikian membuat sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Wilayah Kuala Terengganu juga mengedepankan sektor pariwisata sebagai penggerak perekonomian negara. Sehingga sedikit penduduk Kuala Terengganu yang mengerti tentang cara bercocok tanam. Hal ini tentu membuat kebutuhan akan sayuran dan bahan pangan lainnya yang bersumber dari bercocok tanam sulit terpenuhi. Oleh karena itu, budidaya tanaman berbasis Hidroponik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengatasi kesulitan bercocok tanam di daerah pesisir, sehingga akan berdampak pada ketersediaan sumber daya pangan khususnya sayuran dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan penyuluhan dan pendampingan mengenai metode penanaman berbasis hidroponik, manajemen usaha dan pemasaran sayuran yang dibudidayakan pada saat sudah berjalan dan tentunya perlu dukungan dari Pemerintah Daerah agar dapat memperluas pengembangan metode Hidroponik yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar Kuala Terengganu.
Copyrights © 2026