Artikel ini membahas tentang kegiatan pemeliharan lingkungan pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur otomotif dihubungkan dengan keputusan penggunaan sumber daya energi dalam kegiatan produksinya, penggunaan teknologi, dan strategi produk yang diluncurkan ke pasar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis implikasi finansial dari upaya pengurangan dampak lingkungan dan transisi menuju energi terbarukan di pabrik Toyota Motor Corporation dengan menggunakan kerangka teori keuangan perusahaan, yang meliputi konsep capital expenditure (CAPEX) dan operating expenditure (OPEX), terhadap efek ekonomis yang berpotensi didapatkan oleh perusahaan berupa return on investment (ROI). Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif-kuantitatif berbasis analisis laporan keberlanjutan (Sustainability Report) tahun 2012- 2014 yaitu periode sebelum (2012- 2013) dan saat penerapan program pengurangan dampak lingkungan bernama Toyota Environmental Challenge (TEC) 2050 yang mulai dicanangkan pada tahun 2014. Dari laporan keberlanjutan Toyota Motor Corporation pada kurun waktu tersebut, hasil analisis menunjukkan bahwa Toyota melakukan peningkatan jumlah pengeluaran untuk kebutuhan pemeliharaan lingkungan, dan meskipun transisi energi terbarukan meningkatkan belanja modal jangka pendek pada awal program, selanjutnya kebijakan ini berpotensi menurunkan biaya operasional, mengurangi risiko keuangan, serta memperbaiki profil environmental, social, and governance (ESG) perusahaan. Dalam jangka panjang, strategi ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penciptaan nilai perusahaan dan keberlanjutan kinerja keuangan Toyota.
Copyrights © 2026