Penelitian ini mengeksplorasi peran manajemen risiko sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan efektivitas keamanan siber pada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen kebijakan, wawancara semi terstruktur dengan informan kunci di lingkungan BSSN, serta observasi terbatas terhadap aktivitas operasional terkait pengelolaan risiko. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan mekanisme kontribusi manajemen risiko terhadap efektivitas keamanan siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko berfungsi tidak hanya sebagai mekanisme teknis mitigasi ancaman, tetapi juga sebagai instrumen tata kelola (governance) yang memperkuat pengambilan keputusan strategis, efektivitas operasional respons insiden, serta pembentukan budaya organisasi yang sadar risiko. Secara strategis, pendekatan manajemen risiko organisasi turut mendukung penetapan prioritas pembinaan dan kebijakan mitigasi ancaman siber nasional. Pada tingkat operasional dan kelembagaan, pendekatan berbasis risiko meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, memperkuat kesiapan respons insiden, serta mendorong terbentuknya budaya organisasi yang sadar risiko dan meningkatkan akuntabilitas pengambilan keputusan. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan utama, yaitu keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam analisis risiko serta dinamika ancaman siber yang berkembang sangat cepat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM analisis risiko, penerapan mekanisme evaluasi ulang risiko yang adaptif dan berkelanjutan, pengembangan kerangka metrik risiko siber, serta penguatan koordinasi lintas instansi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian manajemen risiko siber sektor publik serta menjadi rujukan kebijakan bagi penguatan ketahanan siber nasional Indonesia.
Copyrights © 2026