Penurunan kualitas udara merupakan permasalahan lingkungan yang semakin serius di Indonesia, terutama di wilayah dengan jumlah industri besar dan menengah (IBM) yang tinggi. Aktivitas industri yang intensif, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, serta peningkatan jumlah penduduk berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap kualitas lingkungan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) industri manufaktur, jumlah kendaraan, dan jumlah penduduk terhadap Indeks Kualitas Udara (IKU) di sepuluh provinsi dengan jumlah IBM terbanyak di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan estimasi Pooled Mean Group (PMG), yang memungkinkan analisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, nilai PDRB industri manufaktur dan jumlah penduduk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IKU, sedangkan jumlah kendaraan berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, dalam jangka pendek, nilai PDRB industri manufaktur dan jumlah kendaraan berpengaruh signifikan terhadap IKU, sedangkan jumlah penduduk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan adanya hubungan jangka panjang antara aktivitas ekonomi, mobilitas, dan dinamika demografis terhadap kualitas udara, sehingga diperlukan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2026