Perkembangan media sosial di era digital telah mendorong lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk mengadopsi strategi komunikasi yang lebih adaptif dan interaktif. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai media untuk membangun keterlibatan publik terhadap berbagai kegiatan pesantren. Dalam konteks ini, peran admin media sosial menjadi sangat penting sebagai pengelola komunikasi digital, pembentuk citra lembaga, serta penghubung antara pesantren dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran admin media sosial dalam upaya meningkatkan engagement publik terhadap kegiatan pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial yang dilakukan secara konsisten, kreatif, dan berlandaskan etika digital mampu meningkatkan interaksi dan partisipasi publik, baik dalam bentuk keterlibatan digital maupun partisipasi nyata dalam kegiatan pesantren. Selain itu, penerapan nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan konten media sosial turut memperkuat kepercayaan dan citra positif pesantren di mata masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi peran admin media sosial melalui peningkatan kompetensi dan perencanaan strategi komunikasi digital menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan pesantren di era digital.
Copyrights © 2026