Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan strategis peningkatan kualitas sumber daya manusia menghadapi tantangan implementasi ketika muncul kasus dugaan keracunan siswa di Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan kasus tersebut pada Detik.com. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi teks terhadap dua artikel yang dipublikasikan pada 14-15 Februari 2026. Analisis dilakukan menggunakan model framing Robert M. Entman yang mencakup pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, evaluasi moral, dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran framing dari dimensi kesehatan yang bersifat insidental menuju dimensi administratif dan tata kelola kelembagaan. Artikel pertama membingkai peristiwa sebagai krisis kesehatan yang masih dalam investigasi, sedangkan artikel kedua menekankan respons institusional melalui penutupan sementara unit pelayanan sebagai bentuk tanggung jawab negara. Secara keseluruhan, pemberitaan cenderung moderat dan tidak sensasional, serta memosisikan peristiwa sebagai dinamika implementasi kebijakan, bukan kegagalan program secara menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa framing media berperan signifikan dalam membentuk interpretasi publik terhadap kebijakan pemerintah pada fase krisis awal.
Copyrights © 2026