Penelitian ini bertujuan merevitalisasi kearifan lokal melalui kegiatan bermain peran dalang wayang sebagai inovasi pembelajaran di PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan terdiri dari dua guru kelas TK B dan delapan belas anak TK B di PAUD Saymara Kartasura. Kontribusi utama penelitian ini adalah model pembelajaran inovatif berbasis peran dalang wayang yang secara unik merevitalisasi kearifan lokal Jawa di PAUD berdasarkan observasi pra-pasca intervensi. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu anak menyesuaikan cerita dengan pengalaman mereka. Revitalisasi kearifan lokal melalui dalang wayang memperkuat karakter positif, menumbuhkan kecintaan pada budaya, dan memperkaya pembelajaran kontekstual di PAUD. Kata kunci: Kearifan Lokal, Bermain Peran, Dalang Wayang, Pendidikan Anak Usia Dini This study aims to revitalize local wisdom through role-playing as a wayang puppeteer as an innovative learning approach in early childhood education (PAUD). It employs a qualitative descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Participants consist of two TK B class teachers and eighteen TK B children at PAUD Saymara Kartasura. The main contribution is an innovative learning model based on the role of a wayang puppeteer, which uniquely revitalizes Javanese local wisdom in PAUD based on pre- and post-intervention observations. Teachers act as facilitators who assist children in adapting stories to their experiences. Revitalizing local wisdom through wayang puppeteering strengthens positive character, fosters love for culture, and enriches contextual learning in PAUD. Keywords: local wisdom, role-playing, wayang puppeteer, PAUD. Keywords: Local Wisdom, Role Play, Puppet Master, Early Childhood Education
Copyrights © 2025