Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita, terutama yang ditandai dengan batuk pilek. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis adalah aromaterapi peppermint, yang mengandung mentol dengan efek dekongestan, ekspektoran, dan antiinflamasi sehingga dapat membantu melegakan pernapasan. Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap gejala batuk pilek pada balita. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 balita berusia 11–55 bulan di Klinik AM Depok, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian aromaterapi peppermint melalui diffuser selama 15–20 menit setiap hari selama 5 hari berturut-turut. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Wisconsin Upper Respiratory Symptom Survey (WURSS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata skor gejala sebelum intervensi sebesar 16,87 dan menurun menjadi 13,27 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata 3,6. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan aromaterapi peppermint terhadap penurunan gejala batuk pilek pada balita. Aromaterapi peppermint efektif menurunkan gejala batuk pilek pada balita, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan terjangkau untuk penanganan ISPA ringan pada anak.
Copyrights © 2025