Penelitian ini membahas fenomena “revolusi sunyi” dalam kurikulum madrasah melalui pendekatan studi literatur. Kurikulum tidak dipahami semata sebagai dokumen kaku, melainkan sebagai entitas dinamis yang dapat dihidupkan dengan nilai cinta sebagai ruh pendidikan kemanusiaan. Dengan menganalisis teori kurikulum, filsafat pendidikan Islam, dan psikologi perkembangan, penelitian ini berargumen bahwa integrasi nilai cinta memiliki peran transformatif dalam menggeser paradigma pembelajaran dari berpusat pada konten menuju berpusat pada ruh kemanusiaan. Pergeseran ini berpotensi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dengan demikian, cinta diposisikan sebagai fondasi penting dalam mengembangkan pendidikan madrasah yang holistik, humanistik, serta relevan dengan tantangan abad ke-21.
Copyrights © 2026