Penelitian ini menelaah hubungan antara implementasi Behavior-Based Safety Observation (BBSO) dan kejadian Lost Time Injury (LTI) pada proyek EPC sektor energi, dengan studi kasus Sumbawa LNG Terminal & Regasification (SLTR). Desain penelitian bersifat kuantitatif-eksplanatori (potong lintang) menggunakan PLS-SEM. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert (n = 153 responden), dilengkapi esai wawancara tertulis (n = 28) dan dokumen pendukung terbatas (rekam BBSO pra-insiden). Hasil menunjukkan bahwa kuantitas pengumpulan observasi (X1) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja keselamatan terhadap kecelakaan LTI (Y). Sebaliknya, konteks kerja (X2) dan terutama tindak lanjut observasi (X3) berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko kecelakaan LTI. X1 berasosiasi dengan peningkatan X2 dan X3, namun tanpa mutu isi dan tindak lanjut yang tepat, peningkatan jumlah kartu tidak bermakna bagi outcome keselamatan. Temuan kualitatif menegaskan adanya kendala pada konsistensi tindak lanjut, keterbatasan personel dedikasi, serta kecenderungan administratif dalam pelaporan. Rekomendasi mencakup penunjukan pengelola BBSO khusus, penerapan komitmen waktu dan kualitas tindak lanjut berbasis risiko, serta penguatan kualitas dokumentasi dan analisis bahaya agar observasi menjadi landasan tindakan pencegahan yang terukur.
Copyrights © 2025