Suryoatmojo, Affan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGUMPULAN BEHAVIOR-BASED SAFETY OBSERVATION (BBSO) DAN LOST TIME INJURY (LTI) STUDI KASUS: DI PROYEK SUMBAWA LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG) TERMINAL & REGASIFICATION FACILITY Suryoatmojo, Affan; Kholil, Kholil; Sukwika, Tatan
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/wqqejn42

Abstract

Penelitian ini menelaah hubungan antara implementasi Behavior-Based Safety Observation (BBSO) dan kejadian Lost Time Injury (LTI) pada proyek EPC sektor energi, dengan studi kasus Sumbawa LNG Terminal & Regasification (SLTR). Desain penelitian bersifat kuantitatif-eksplanatori (potong lintang) menggunakan PLS-SEM. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert (n = 153 responden), dilengkapi esai wawancara tertulis (n = 28) dan dokumen pendukung terbatas (rekam BBSO pra-insiden). Hasil menunjukkan bahwa kuantitas pengumpulan observasi (X1) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja keselamatan terhadap kecelakaan LTI (Y). Sebaliknya, konteks kerja (X2) dan terutama tindak lanjut observasi (X3) berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko kecelakaan LTI. X1 berasosiasi dengan peningkatan X2 dan X3, namun tanpa mutu isi dan tindak lanjut yang tepat, peningkatan jumlah kartu tidak bermakna bagi outcome keselamatan. Temuan kualitatif menegaskan adanya kendala pada konsistensi tindak lanjut, keterbatasan personel dedikasi, serta kecenderungan administratif dalam pelaporan. Rekomendasi mencakup penunjukan pengelola BBSO khusus, penerapan komitmen waktu dan kualitas tindak lanjut berbasis risiko, serta penguatan kualitas dokumentasi dan analisis bahaya agar observasi menjadi landasan tindakan pencegahan yang terukur.