Pesatnya digitalisasi dalam industri perbankan mendorong bank-bank milik negara (Bank BUMN) di Indonesia untuk berinovasi melalui pengembangan aplikasi mobile banking sebagai wajah utama layanan digital mereka. Aplikasi seperti Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr, Bale, dan Byond tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi, tetapi juga sebagai representasi brand di era persaingan digital yang semakin kompetitif. Penelitian ini selaras dengan upaya dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan meningkatkan kualitas layanan digital yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna, Bank BUMN ikut berperan dalam memperkuat sistem keuangan digital nasional yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan brand equity pada aplikasi mobile banking milik Bank BUMN, mengevaluasi efektivitas strategi branding yang dijalankan, serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan brand equity dan loyalitas pengguna. Studi ini difokuskan pada pengguna aktif aplikasi dari lima Bank BUMN di Indonesia dalam rentang usia produktif 18 - 55 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penggunaan instrumen berupa angket, serta analisis data yang dilakukan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness, brand associations, perceived quality, dan brand loyalty berpengaruh signifikan terhadap brand equity (p-value < 0,05). Selanjutnya, brand equity juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap efektivitas branding (p-value 0,000 < 0,05). Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa brand equity menjadi fondasdi penting yang memperkuat efektivitas branding, dan pada akhirnya meningkatkan loyalitas pengguna aplikasi mobile banking Bank BUMN.
Copyrights © 2025