Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penurunan volume ekspor kopi Indonesia ke Jepang pada periode 2021–2024, di tengah meningkatnya konsumsi kopi di negara tersebut. Jepang merupakan pasar potensial bagi kopi Indonesia, khususnya pada segmen premium, namun data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren penurunan volume ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Trademap, serta kajian literatur terkait. Analisis dilakukan menggunakan Teori Fungsi Permintaan Ekspor Goldstein–Khan, Teori Diferensiasi Kualitas dan Preferensi Konsumen (Pendekatan Lancasterian), serta Model Diamond Porter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan ekspor dipengaruhi oleh faktor internal berupa dominasi kopi robusta green bean, keterbatasan kualitas dan pengolahan pascapanen, serta faktor eksternal berupa preferensi konsumen Jepang terhadap kopi arabika specialty, ketatnya standar mutu, dan persaingan dari negara eksportir utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas dan diversifikasi produk untuk memperkuat daya saing ekspor kopi Indonesia.
Copyrights © 2026