Peranan Foreign Direct Investment (FDI) dalam memperkuat kinerja keuangan korporasi di kawasan ASEAN dengan mengintegrasikan temuan empiris terbaru dan data arus FDI periode 2020–2024. Arus FDI yang pulih pascapandemi menunjukkan dominasi Singapura, Indonesia, dan Vietnam sebagai penerima terbesar, yang mencerminkan stabilitas kebijakan dan daya tarik sektor industri di negara-negara tersebut. Melalui mekanisme transfer teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan modernisasi manajemen, FDI terbukti mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta profitabilitas perusahaan domestik. Perusahaan yang beroperasi dalam ekosistem industri yang terpapar investasi asing cenderung memperoleh manfaat spillover yang signifikan, terutama pada sektor manufaktur dan jasa berteknologi menengah-tinggi. Namun, kapasitas institusional yang tidak merata, ketidakkonsistenan regulasi, serta keterbatasan infrastruktur dan teknologi menyebabkan pemanfaatan FDI berbeda secara signifikan antarnegara ASEAN. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas FDI sangat dipengaruhi oleh kesiapan masing-masing negara dalam menyediakan lingkungan investasi yang kondusif dan kemampuan perusahaan lokal dalam menyerap teknologi serta praktik manajerial modern. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa FDI berperan strategis tidak hanya dalam memperkuat kinerja keuangan korporasi, tetapi juga dalam mempercepat transformasi industri dan memperdalam integrasi ekonomi kawasan ASEAN secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026