Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih benih bersertifikat dan non-sertifikat pada usahatani padi sawah di Desa Wia-wia, Kecamatan Poli-polia, Kabupaten Kolaka Timur. Metode yang digunakan adalah survei dengan 76 responden, terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis benih yang digunakan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan diuji perbedaannya menggunakan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menggunakan benih non-sertifikat memiliki total biaya produksi lebih tinggi, yakni Rp18.977.483, dibandingkan petani pengguna benih bersertifikat sebesar Rp18.365.830. Sebaliknya, penerimaan dari penjualan padi pengguna benih bersertifikat lebih besar, yaitu Rp54.817.892, sedangkan kelompok non-sertifikat hanya Rp42.927.155. Perbedaan ini menghasilkan pendapatan bersih yang signifikan; petani benih bersertifikat memperoleh Rp36.452.062, sementara petani non-sertifikat Rp23.949.672, dengan uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000. Kesimpulannya, penggunaan benih bersertifikat memberikan keuntungan ekonomi lebih tinggi dan efisiensi biaya produksi lebih baik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan akses, sosialisasi, dan dukungan pemerintah agar lebih banyak petani menggunakan benih berkualitas tinggi.
Copyrights © 2026