Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cyberloafing dan stres kerja terhadap kinerja ASN di Badan Pusat Statistik se-Kepulauan Nias, serta menguji peran self control sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja ASN, demikian pula stres kerja yang terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja ASN. Selanjutnya, hasil pengujian moderasi menunjukkan bahwa self control mampu memperlemah pengaruh negatif cyberloafing terhadap kinerja ASN, namun tidak terbukti memoderasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja ASN. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa cyberloafing yang terjadi pada ASN didominasi oleh bentuk minor cyberloafing, tetapi tetap berperan sebagai perilaku kontraproduktif yang berdampak negatif terhadap kinerja. Sementara itu, stres kerja ASN terutama dipicu oleh tuntutan tugas dan kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran self control sebagai faktor psikologis dalam meminimalkan dampak negatif cyberloafing terhadap kinerja ASN. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian kinerja ASN, dan secara praktis memberikan implikasi bagi BPS se-Kepulauan Nias dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja.
Copyrights © 2026