Konflik interpersonal di lingkungan sekolah merupakan fenomena yang tak terhindarkan dalam dinamika organisasi pendidikan modern. Interaksi intens antar guru, perbedaan latar belakang sosial, nilai-nilai profesional, dan tuntutan kinerja seringkali memicu konflik yang berdampak pada iklim kerja dan kualitas pembelajaran (Rahmawati & Hasanah, 2025). Dalam konteks ini, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pengarah kebijakan, mediator konflik, dan pembentuk budaya organisasi sekolah (Ahmad & Suryani, 2025). Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif hasil penelitian dalam dua tahun terakhir (2024–2025) yang berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah dan konflik interpersonal guru, dengan fokus pada penyebab konflik, dinamika konflik, dan strategi penyelesaian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari 15 artikel dari jurnal nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik interpersonal guru dipengaruhi oleh faktor komunikasi, perbedaan persepsi profesional, beban kerja, budaya organisasi, dan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Strategi penyelesaian konflik yang efektif sangat ditentukan oleh kepemimpinan transformasional, etis, dan kolaboratif yang menekankan dialog, keadilan, dan pemberdayaan guru (Putra & Sari, 2025; Wahyuni & Prabowo, 2025).
Copyrights © 2026