Riset pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran digital dan branding produk kopi di Kelompok Tani di Desa Belatungan, Tabanan, Bali, yang menghadapi kendala literasi digital dan akses pasar. Metode implementasi menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan sistematis: analisis kebutuhan menggunakan Diagram Fishbone (4M), pelatihan langsung, pendampingan intensif, dan evaluasi terukur. Intervensi termasuk pelatihan manajemen media sosial, optimalisasi e-commerce, dan desain kemasan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan terhadap berbagai indikator kinerja: (1) Skor kompetensi digital peserta meningkat sebesar 62% (N-Gain 0,74/Tinggi); (2) Tingkat aktivasi akun toko online (e-commerce) melonjak dari 20% menjadi 80%; (3) Tingkat keterlibatan media sosial tumbuh sebesar 21,4%; dan (4) Kualitas kemasan telah meningkat secara drastis (Skor 40% hingga 87%) melalui adopsi bahan ramah lingkungan. Transformasi ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan mitra rata-rata sebesar 124%. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa model pemberdayaan berbasis masyarakat yang mengintegrasikan teknologi digital dan nilai-nilai keberlanjutan telah terbukti efektif dalam memperkuat daya saing.
Copyrights © 2026