ABSTRACTDetermining land value zones is essential today, as rapid regional development and economic growth have led to high demand for land, especially in urban and developing areas. Therefore, mapping land value zones can help establish priority development zones, prevent land price speculation, and protect areas that are unsuitable for development, such as disaster-prone areas or protected areas. The use of Geographic Information Systems in this study is highly relevant, as these applications can efficiently manage spatial data and support decision-making in regional planning. This study found that the most influential factors determining land value zones are land use type, accessibility, and facility completeness. The methods used include spatial overlay, buffering, scoring, and weighting. This study recommends periodic updates of land value data and strengthening the integration of Geographic Information Systems in licensing and land policy systems in order to achieve adaptive and sustainable urban development.Keywords: Land Value Zone Map, Geographic Information System, Determining Factors ABSTRAKPenentuan zona nilai lahan sangat diperlukan pada masa sekarang, karena dinamika pembangunan wilayah dan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat telah menyebabkan tingginya permintaan terhadap lahan, terutama di kawasan perkotaan dan daerah berkembang. Oleh karena itu, dengan adanya pemetaan zona nilai lahan, dapat menetapkan zona – zona prioritas pembangunan, menghindari spekulasi harga tanah, serta melindungi kawasan yang tidak layak bangun, seperti daerah rawan bencana atau kawasan lindung. Penggunaan Sistem Informasi Geografis dalam penelitian ini sangat relevan, karena aplikasi tersebut dapat mengelola data spasial secara efisien dan mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan wilayah. Penelitian ini menemukan faktor penentu zona nilai lahan yang paling berpengaruh yaitu jenis pengunaaan lahan, Aksebilitas, dan kelengkapan fasilitas. Metode yang digunakan antara lain, overlay spasial, buffering, skoring harkat, dan pembobotan. Penelitian ini merekomendasikan pembaruan data nilai lahan secara berkala dan penguatan integrasi Sistem Informasi Geografis dalam sistem perizinan dan kebijakan pertanahan demi tercapainya Pembangunan kota yang adaptif dan berkelanjutan.Kata kunci : Peta Zona Nilai Lahan, Sistem Informasi Geografis, Faktor Penentu
Copyrights © 2026