Budidaya ayam kampung berbasis masyarakat di Sangatta dikembangkan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan produksi, perluasan partisipasi warga, dan penguatan keberlanjutan usaha. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis–manajerial mitra, membangun tata kelola kemitraan dan jejaring pasar, serta mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah melalui model usaha komunitas. Metode yang digunakan memadukan Participatory Rural Appraisal untuk pemetaan potensi dan masalah, pendampingan budidaya dan perencanaan usaha, serta monitoring dan evaluasi berbasis indikator ekonomi, sosial, kelembagaan, dan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan lonjakan kapasitas produksi dari ±100 menjadi ±400 ekor per siklus, terbentuknya tambahan pendapatan mitra melalui skema insentif, serta peningkatan keuntungan usaha inti. Pada aspek sosial, keterlibatan ±20 mitra aktif dan pendampingan rutin meningkatkan keterampilan dan kemandirian pengelolaan usaha. Pada aspek kelembagaan, legalitas usaha dan kontrak kemitraan memperkuat transparansi serta kesinambungan program, sementara inovasi lingkungan seperti pengelolaan limbah dan pakan mandiri sebagian memperbaiki efisiensi biaya. Capaian ini menegaskan bahwa model pemberdayaan berbasis potensi lokal mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus ketahanan pangan, dan potensial direplikasi.
Copyrights © 2026