Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah secara mendasar cara manusia memahami, membangun, dan memvalidasi pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan epistemologis yang muncul akibat integrasi AI dalam sistem pengetahuan manusia serta implikasinya terhadap filsafat pengetahuan kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur nasional terkini mengenai keterkaitan antara epistemologi, teknologi digital, dan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fenomena epistemologi digital menandai pergeseran dari epistemologi berbasis manusia menuju sistem techno-epistemic yang dikonstruksi melalui interaksi manusia dan algoritme. Kondisi ini memunculkan krisis justifikasi (black box problem) akibat tidak transparannya proses pengambilan keputusan oleh mesin, sekaligus menuntut penguatan literasi digital, refleksi etis, dan tanggung jawab epistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa epistemologi digital merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan filsafat pengetahuan di Indonesia, sehingga diperlukan reorientasi kurikulum filsafat, peningkatan literasi digital akademik, dan kolaborasi interdisipliner agar perkembangan AI dapat diarahkan selaras dengan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebertanggungjawaban ilmiah.
Copyrights © 2026