Museum Sri Baduga sebagai lembaga pendidikan informal memiliki peran strategis dalam menyampaikan sejarah dan budaya Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana komunikasi pemandu museum memengaruhi pemahaman pengunjung terhadap koleksi denah Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei dan choice experiment. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan wawancara terhadap 76 responden yang mayoritas merupakan pelajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memahami isi denah secara lebih baik setelah mendapatkan penjelasan langsung dari pemandu. Selain itu, media digital juga terbukti mendukung proses pemahaman visual, khususnya bagi pengunjung dari generasi muda. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal dan kelompok memainkan peran penting dalam proses edukasi museum. Media digital bukan menjadi pengganti peran pemandu, melainkan pelengkap yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, saran yang diajukan adalah pengembangan model komunikasi hybrid yang menggabungkan narasi pemandu dan media digital secara seimbang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan menarik di lingkungan museum.
Copyrights © 2026