Hutan Kemasyarakatan merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menekan laju deforestasi denga nmelibatkan masyarakat setempat melalui pemanfaatan sumberdaya hutan. Masyarakat di Kecamatan Sungai Durian melalui izin Hutan Kemasyarakatan dapat melakukan pemanfaatan sumberdaya hutan. Salah tegakan yang diusahakan masyarakat adalah jenis Sengon (Paraserianthes falcataria). Selain manfaat ekonomi yang didapatkan dari pengelolaan tegakan sengon, manfaat ekologi juga didapatkan dengan terciptanya habitat bagi pertumbuhan dan perkembangan jenis vegetasi lainnya. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis kehadiran jenis vegetasi dan indeks nilai penting pada tegakan pohon utama Sengon di Hutan Kemasyarakatan wilayah KPH Sengayam. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode plot ganda yang terdapat petak contoh dengan teknik sampling dan ditentukan secara acak di sekitar jalan raya, di tengah petak ukur, dan di dekat aliran Sungai. Observasi dan wawancara kepada pengusaha di daerah KPH Sengayam juga dilakukan dalam penelitian. Hasil dari penelitian yaitu jumlah jenis vegetasi paling banyak ditemukan pada tegakan utama pohon sengon dengan 22 jenis., nilai INP tertinggi pada tegakan pohon utama sengon adalah jenis Pulai sebesar 18,81 % dan untuk nilai terendahnya yakni Nangka dengan nilai INP 9,45 %. Temuan ini mengindikasikan bahwa tegakan sengon dapat menciptakan kondisi yang adaptif bagi perkembangan vegetasi lainnya di hutan kemasyarakatan.
Copyrights © 2026