Es krim umumnya mengandung bahan tambahan sintetis, sehingga perlu dikembangkan produk es krim berbahan alami yang lebih sehat. Pati umbi garut berpotensi sebagai penstabil alami yang dapat memberikan tekstur lembut, sedangkan daun katuk mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol yang bersifat antioksidan serta dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan adalah untuk menentukan pengaruh konsentrasi umbi garut (Maranta arundinacea L) dan daun katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik pada es krim serta untuk menentukan perlakuan terbaik dari konsentrasi umbi garut (Maranta arundinacea L) dan daun katuk (Sauropus androgynus (L) Merr) terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik pada es krim. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu kombinasi konsentrasi pati umbi garut dan ekstrak daun katuk pada empat taraf perlakuan dilakukan 3 kali ulangan: P1 (22,5% : 2,5%), P2 (20% : 5%), P3 (17,5% : 7,5%), dan P4 (15% : 10%). Parameter yang diamati meliputi sifat fisikokimia (overrun, kecepatan leleh, kadar lemak, protein, dan total padatan) serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian diketahui kombinasi penggunaan tepung pati umbi garut 15% dan tepung daun katuk 10% memberikan hasil terbaik pada karakteristik fisikokimia dan organoleptik es krim. Hal ini menunjukkan bahwa pati umbi garut dan ekstrak daun katuk memiliki potensi besar sebagai bahan baku alami dalam pembuatan es krim yang lebih sehar dan bernilai gizi.
Copyrights © 2026