Penelitian ini menggambarkan kinerja rasio keuangan (likuiditas, solvabilitas, profitabilitas), aktivitas perdagangan, dan pergerakan harga saham enam perusahaan energi syariah di Jakarta Islamic Index (JII) antara 2019 dan 2024. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan data sekunder triwulanan dari laporan keuangan dan sumber resmi pasar modal. Analisis terpisah tiap variabel untuk setiap emiten (ADRO, AKRA, MEDC, PGAS, PTBA, PTRO) mengungkapkan tren fluktuatif selama periode studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio lancar ADRO sempat meningkat tajam pada awal 2023, sementara rasio lancar PTBA cenderung menurun ke level yang lebih rendah pada akhir periode. Tingkat utang (solvabilitas) sebagian besar emiten tetap rendah dan bahkan menurun secara signifikan. Rasio pengembalian ekuitas (profitabilitas) beberapa perusahaan meningkat menjadi tingkat tinggi setelah periode profitabilitas rendah sebelumnya. Volume perdagangan saham mencapai puncaknya selama pandemi lalu menurun pada tahun-tahun berikutnya. Dalam kerangka teori pasar efisien, perubahan indikator fundamental semestinya tercermin pada harga saham, sedangkan teori sinyal mengaitkan volume perdagangan tinggi dengan optimisme investor. Analisis kuantitatif ini membantu investor syariah memahami karakteristik keuangan dan tren harga saham emiten energi JII selama 2019–2024. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi investor dan pembuat kebijakan dalam pengambilan keputusan investasi di sektor energi syariah.
Copyrights © 2026