Industri café di Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya daya beli masyarakat kelas menengah dan minat generasi muda terhadap gaya hidup modern. Persaingan yang ketat menuntut pelaku usaha memiliki strategi pemasaran efektif agar dapat bertahan. Café La Vie en Rose di Kelurahan Hegarmanah, Kota Bandung, merupakan UMKM kuliner yang menghadapi kendala strategi pemasaran digital sehingga memengaruhi volume penjualan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan strategi pemasaran digital café, menganalisis kendala yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang tepat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, harga kompetitif, dan konten media sosial menjadi kekuatan utama, namun keterbatasan variasi menu, lokasi kurang strategis, serta perubahan algoritma media sosial menjadi hambatan. Analisis bauran pemasaran (4P) menegaskan bahwa kendala utama terletak pada promosi yang belum konsisten. Untuk mengatasinya, café perlu melakukan inovasi menu, memperkuat kolaborasi, serta mengoptimalkan strategi konten digital. Penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan pemasaran digital yang berkelanjutan untuk meningkatkan penjualan dan daya saing café.
Copyrights © 2026