Penelitian ini mengevaluasi kinerja reksadana saham konvensional di Indonesia pada periode 2020–2024 dengan menggunakan ukuran kinerja berbasis risiko, yaitu Sharpe Ratio dan Treynor Ratio, serta membandingkannya dengan tolok ukur (benchmark) BI Rate dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penelitian bersifat kuantitatif deskriptif dengan purposive sampling terhadap 10 reksadana saham konvensional dengan dana kelolaan terbesar. Data yang dianalisis mencakup return portofolio reksadana, return pasar, BI Rate sebagai risk-free rate, standar deviasi return, dan beta portofolio. Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata return portofolio bernilai -5,0486% dengan standar deviasi 0,1872 dan beta portofolio 1,6780. Sharpe Ratio sebesar -53,4047 dan Treynor Ratio sebesar -5,9586, yang mengindikasikan portofolio underperform karena tidak mampu menghasilkan excess return di atas BI Rate (rata-rata 4,95%) dan tidak mampu mengungguli IHSG (rata-rata 2,52%) pada periode penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi kinerja berbasis risiko dan perlunya strategi pengelolaan portofolio yang adaptif terhadap volatilitas serta perubahan rezim suku bunga.
Copyrights © 2026