Perilaku caring merupakan hal yang penting dalam pelayanan keperawatan. Modal psikologis yang meliputi efikasi diri, harapan, resiliensi, dan optimisme dimungkinkan dapat memengaruhi perilaku caring tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara modal psikologis dengan perilaku caring perawat puskesmas di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen dalam penelitian ini adalah Psychological Capital Quastionaire (PCQ) dan Caring Behavior Inventory (CBI). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di Puskesmas Krui, Puskesmas Biha dan Puskesmas Ngambur di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 72 perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,8% responden memiliki modal psikologis yang bagus, 81,9% responden memiliki perilaku caring yang bagus, 80,6% memiliki efikasi diri bagus, 76,4% memiliki harapan bagus, 69,4% memiliki resiliensi bagus, dan 95,8% memiliki optimisme dalam kategori bagus. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara modal psikologis dengan perilaku caring perawat (p=0,019). Pada aspek modal psikologis yang meliputi efikasi diri, harapan, resiliensi (p=0,040; p= 0,030; p=0,021) terdapat korelasi yang bermakna dengan perilaku caring perawat, sedangkan optimisme tidak terdapat korelasi yang bermakna dengan perilaku caring perawat (p=0,192). Semakin bagus modal psikologis perawat yang meliputi efikasi diri, harapan dan resiliensi, maka perilaku caring perawat juga akan semakin bagus.
Copyrights © 2026